Minggu, 04 November 2012

Pentingnya Vitamin A pada Ibu Nifas


Pentingnya Vitamin A pada Ibu Nifas

Vitamin A adalah suatu vitamin yang berfungsi dalam sistem penglihatan, fungsi pembentukan kekebalan dan fungsi reproduksi.Vitamin A  perlu diberikan dan penting bagi ibu selama dalam masa nifas. Pemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga pemberian kapsul vitamin A (200.000 unit) pada ibu nifas sangatlah penting,selain bermanfaat bagi ibu, kapsul vitamin A juga bermanfaat pada bayi, karena pada masa nifas ibu menyusui bayinya sehingga secara tidak langsung bayi pun juga memperolehnya. Manfaat vitamin A selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat juga meningkatakan kelangsungan hidup anak serta membantu pemulihan kesehatan ibu nifas yang erat kaitanya dengan anemia dan mengurangi resiko buta senja dan pada ibu menyusui kasus ini sering terjadi karena kurang vitamin A. Kualitas vitamin A yang terkandung dalam ASI sangat tergantung pada status kesehatan gizi ibu. 

Pemberian kapsul vitamin A  pada ibu nifas sangat berpengaruh untuk meningkatkan kualitas vitamin A pada bayi, karena ASI yang diberikan merupakan sumber utama vitamin A pada bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Pemberian tablet vitamin A pertama dilakukan segera setelah melahirkan, tablet kedua diberikan sedikitnya satu hari setelah pemberian tablet pertama dan tidak lebih dari 6 minggu kemudian.


Pada ibu menyusui berisiko mengalami kekurangan vitamin A (KVA) karena pada masa tersebut ibu membutuhkan vitamin A yang tinggi untuk produksi ASI bagi bayinya. Status gizi dan kesehatan pada ibu hamil sangatlah penting, karena sering kali status gizi pada ibu menyusui terabaikan terlebih pada keluarga yang ekonominya menengah kebawah, hal ini menunjukan bahwa KVA merupakan masalah potensial bagi ibu serta bayi yang disusuinya.

Cara mengatasi Kekurangan Vitamin A (KVA) pada ibu menyusui dapat ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti peningkatan dan ketersediaan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A melalui lingkungan sekitar (pemanfaatan pekarangan), serta dengan suplementasi. Ada pun beberapa sumber makanan yang mengandung vitamin A yang bisa dikonsumsi masyarakat yang mudah didapatkan seperti telur, hati, buah-buahan yang berwarna orange seperti buah mangga masak, pepaya masak, ada juga sayuran berdaun hijau seperti bayam. 
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatakan vitamin A yaitu dengan menggalakkan promosi sumber makanan tersebut. Selain itu juaga dapat melibatkan kader-kader desa untuk memberikan penyuluhan mengenai asupan vitamin A. Karena di Indonesia masih banyak ibu yang melahirkan di rumah pemberian tablet vitamin A dapat juga diberikan oleh kader atau bidan desa saat melakukan kunjungan rumah. Dengan pemberian kapsul vitamin A pada ibu setelah melahirkan dapat meningkatkan kualitas vitamin A dan jumlah kandungan vitamin A tersebut dalam ASI. 

 Tanda-tanda awal yang perlu diperhatikan pada ibu nifas yang mengalami kekurangan vitamin A diantaranya yakni penglihatan ibu berkurang pada malam hari (rabun senja), kulit menjadi kering, meningkatkan risiko infeksi yang akan menuju ke gejala kanker, serta dapat menyebabkan kebutaan yang parah.

 Sumber Pustaka:
 Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 71-76).
 Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 101-118).
(Buletin Kesehatan dan Gizi, 2004).

Oleh : Maylenna Aiyudhia Wati

Jumat, 02 November 2012

Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas



Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas


Proses adaptasi psikologi sudah terjadi selama kehamilan, menjelang proses kelahiran maupun setelah persalinan. Pada periode tersebut, kecemasan seorang wanita dapat bertambah. Pengalaman yang unik dialami oleh ibu setelah persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan dan terbuka untuk bimbingan dan pembelajaran. Perubahan peran seorang ibu memerlukan adaptasi. Tanggung jawab ibu mulai bertambah.
Hal-hal yang dapat membantu ibu dalam beradaptasi pada masa nifas adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi menjadi orang tua
  2. Respon dan dukungan dari keluarga
  3. Riwayat dan pengalaman kehamilan serta persalinan
  4. Harapan, keinginan dan aspirasi saat hamil dan melahirkan
Fase-fase yang akan dialami oleh ibu pada masa nifas antara lain:
  1. Fase taking in
  2. Fase taking hold
  3. Fase letting go
Fase Taking In
Fase ini merupakan periode ketergantungan, yang berlangsung dari hari pertama sampai hari ke dua setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri, sehingga cenderung pasif terhadap lingkungannya. Ketidaknyamanan yang dialami antara lain rasa mules, nyeri pada luka jahitan, kurang tidur, kelelahan. Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah istirahat cukup, komunikasi yang baik dan asupan nutrisi.
Gangguan psikologis yang dapat dialami oleh ibu pada fase ini adalah:
  1. Kekecewaan pada bayinya
  2. Ketidaknyamanan sebagai akibat perubahan fisik yang dialami
  3. Rasa bersalah karena belum bisa menyusui bayinya
  4. Kritikan suami atau keluarga tentang perawatan bayinya
Fase Taking Hold
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawab dalam perawatan bayinya. Perasaan ibu lebih sensitif sehingga mudah tersinggung. Hal yang perlu diperhatikan adalah komunikasi yang baik, dukungan dan pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang perawatan diri dan bayinya. Tugas bidan antara lain: mengajarkan cara perawatan bayi, cara menyusui yang benar, cara perawatan luka jahitan, senam nifas, pendidikan kesehatan gizi, istirahat, kebersihan diri dan lain-lain.
Fase Letting Go
Fase ini merupakan fase menerima tanggungjawab akan peran barunya. Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Terjadi peningkatan akan perawatan diri dan bayinya. Ibu merasa percaya diri akan peran barunya, lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya. Dukungan suami dan keluarga dapat membantu merawat bayi. Kebutuhan akan istirahat masih diperlukan ibu untuk menjaga kondisi fisiknya.
Hal-hal yang harus dipenuhi selama nihas adalah sebagai berikut:
  1. Fisik.Istirahat, asupan gizi, lingkungan bersih
  2. Psikologi.Dukungan dari keluarga sangat diperlukan
  3. Sosial.Perhatian, rasa kasih sayang, menghibur ibu saat sedih dan menemani saat ibu merasa kesepian
  4. Psikososial.
Referensi
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 87-96).
Irhami. 2010.Proses Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas.zikra-myblog.blogspot.com/2010/06/zikra-proses-adaptasi-psikologis-ibu.html Diunduh 19 Oktober 2010 Pukul 08.55 PM
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 63-69).
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 85-100).
The_wie. 2009. Proses Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas. the2w.blogspot.com/2009/10/proses-adaptasi-psikologis-ibu-dalam.html Diunduh 19 Oktober 2010 Pukul 08.55 PM
Mari mengenal kebutuhan Seksual Masa Nifas...


-->
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami isteri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu  darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri, aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap. Tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan sexual sampai dengan 6 minggu post partum. Keputusan bergantung pada pasangan yang bersangkutan. Hubungan seksual dapat dilanjutkan setiap saat ibu merasa nyaman untuk memulai, dan aktivitas itu dapat dinikmati.

  •   Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat    memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri.
  • Banyak budaya, yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan.