Jumat, 02 November 2012

Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas



Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas


Proses adaptasi psikologi sudah terjadi selama kehamilan, menjelang proses kelahiran maupun setelah persalinan. Pada periode tersebut, kecemasan seorang wanita dapat bertambah. Pengalaman yang unik dialami oleh ibu setelah persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan dan terbuka untuk bimbingan dan pembelajaran. Perubahan peran seorang ibu memerlukan adaptasi. Tanggung jawab ibu mulai bertambah.
Hal-hal yang dapat membantu ibu dalam beradaptasi pada masa nifas adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi menjadi orang tua
  2. Respon dan dukungan dari keluarga
  3. Riwayat dan pengalaman kehamilan serta persalinan
  4. Harapan, keinginan dan aspirasi saat hamil dan melahirkan
Fase-fase yang akan dialami oleh ibu pada masa nifas antara lain:
  1. Fase taking in
  2. Fase taking hold
  3. Fase letting go
Fase Taking In
Fase ini merupakan periode ketergantungan, yang berlangsung dari hari pertama sampai hari ke dua setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri, sehingga cenderung pasif terhadap lingkungannya. Ketidaknyamanan yang dialami antara lain rasa mules, nyeri pada luka jahitan, kurang tidur, kelelahan. Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah istirahat cukup, komunikasi yang baik dan asupan nutrisi.
Gangguan psikologis yang dapat dialami oleh ibu pada fase ini adalah:
  1. Kekecewaan pada bayinya
  2. Ketidaknyamanan sebagai akibat perubahan fisik yang dialami
  3. Rasa bersalah karena belum bisa menyusui bayinya
  4. Kritikan suami atau keluarga tentang perawatan bayinya
Fase Taking Hold
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawab dalam perawatan bayinya. Perasaan ibu lebih sensitif sehingga mudah tersinggung. Hal yang perlu diperhatikan adalah komunikasi yang baik, dukungan dan pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang perawatan diri dan bayinya. Tugas bidan antara lain: mengajarkan cara perawatan bayi, cara menyusui yang benar, cara perawatan luka jahitan, senam nifas, pendidikan kesehatan gizi, istirahat, kebersihan diri dan lain-lain.
Fase Letting Go
Fase ini merupakan fase menerima tanggungjawab akan peran barunya. Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Terjadi peningkatan akan perawatan diri dan bayinya. Ibu merasa percaya diri akan peran barunya, lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya. Dukungan suami dan keluarga dapat membantu merawat bayi. Kebutuhan akan istirahat masih diperlukan ibu untuk menjaga kondisi fisiknya.
Hal-hal yang harus dipenuhi selama nihas adalah sebagai berikut:
  1. Fisik.Istirahat, asupan gizi, lingkungan bersih
  2. Psikologi.Dukungan dari keluarga sangat diperlukan
  3. Sosial.Perhatian, rasa kasih sayang, menghibur ibu saat sedih dan menemani saat ibu merasa kesepian
  4. Psikososial.
Referensi
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 87-96).
Irhami. 2010.Proses Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas.zikra-myblog.blogspot.com/2010/06/zikra-proses-adaptasi-psikologis-ibu.html Diunduh 19 Oktober 2010 Pukul 08.55 PM
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 63-69).
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 85-100).
The_wie. 2009. Proses Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas. the2w.blogspot.com/2009/10/proses-adaptasi-psikologis-ibu-dalam.html Diunduh 19 Oktober 2010 Pukul 08.55 PM
Mari mengenal kebutuhan Seksual Masa Nifas...


-->
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami isteri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu  darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri, aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap. Tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan sexual sampai dengan 6 minggu post partum. Keputusan bergantung pada pasangan yang bersangkutan. Hubungan seksual dapat dilanjutkan setiap saat ibu merasa nyaman untuk memulai, dan aktivitas itu dapat dinikmati.

  •   Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat    memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri.
  • Banyak budaya, yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan.

Kebutuhan Dasar Ibu Nifas: Senam Nifas


http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/12/senam-nifas1.jpg
Organ-organ tubuh wanita akan kembali seperti semula sekitar 6 minggu. Oleh karena itu, ibu akan berusaha memulihkan dan mengencangkan bentuk tubuhnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara latihan senam nifas. Senam nifas adalah senam yang dilakukan sejak hari pertama melahirkan sampai dengan hari ke  sepuluh.
Beberapa faktor yang menentukan kesiapan ibu untuk memulai senam nifas antara lain:
  1. Tingkat kebugaran tubuh ibu
  2. Riwayat persalinan
  3. Kemudahan bayi dalam pemberian asuhan
  4. Kesulitan adaptasi post partum
Tujuan senam nifas adalah sebagai berikut:
  1. Membantu mempercepat pemulihan kondisi ibu
  2. Mempercepat proses involusio uteri
  3. Membantu memulihkan dan mengencangkan otot panggul, perut dan perineum
  4. Memperlancar pengeluaran lochea
  5. Membantu mengurangi rasa sakit
  6. Merelaksasikan otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan persalinan
  7. Mengurangi kelainan dan komplikasi masa nifas
Manfaat senam nifas antara lain:
  1. Membantu memperbaiki sirkulasi darah
  2. Memperbaiki sikap tubuh dan punggung pasca persalinan
  3. Memperbaiki otot tonus, pelvis dan peregangan otot abdomen
  4. Memperbaiki dan memperkuat otot panggul
  5. Membantu ibu lebih relaks dan segar pasca melahirkan
Senam nifas dilakukan pada saat ibu benar-benar pulih dan tidak ada komplikasi atau penyulit masa nifas atau diantara waktu makan. Sebelum melakukan senam nifas, persiapan yang dapat dilakukan adalah:
  1. Mengenakan baju yang nyaman untuk olahraga
  2. Minum banyak air putih
  3. Dapat dilakukan di tempat tidur
  4. Dapat diiringi musik
  5. Perhatikan keadaan ibu
Referensi
Ambarwati, 2008. Asuhan
Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 97-115).
bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/kebutuhan-dasar-ibu-
nifas-dan-menyusui.html diunduh tgl 21 okt.2010,10.13 AM
blogs.unpad.ac.id/lidyasuhana/files/2010/04/Kebutuhan-dasar-ibu-
nifas-PTM-6.pdf diunduh tgl 21 okt.2010,10.11 AM
Saleha, 2009. Asuhan
Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 71-76).
Suherni, 2007. Perawatan Masa
Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 101-118).
tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/kebutuhan-dasar-ibu-
nifas.html diunduh tgl 21 okt.2010,10.14 AM